Siaga Banjir, Lamongan Maksimalkan 15 Pompa Air Tekan Genangan
Pemkab Lamongan mengaktifkan 15 pompa air untuk mempercepat surutnya genangan akibat peningkatan debit sungai. Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak banjir dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
KABAR RAKYAT,LAMONGAN -Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat menangani genangan air yang muncul di sejumlah wilayah.
Sebanyak 15 unit pompa air diaktifkan secara maksimal untuk mempercepat penyusutan genangan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya volume air di sejumlah aliran sungai utama di wilayah Lamongan.
“Pengaktifan pompa menjadi salah satu langkah utama kami untuk mengurangi genangan air di wilayah Kabupaten Lamongan,” kata Erwin saat dikonfirmasi di Kantor Dinas SDA dan Bina Konstruksi, Rabu (21/1/2026).
Erwin menjelaskan, kapasitas pompa yang disiagakan di kawasan Rolak Kuro awalnya mencapai 8.500 liter per detik. Namun, setelah status siaga merah ditetapkan pada 14 Januari 2025, kapasitas tersebut ditingkatkan menjadi 9.900 liter per detik dengan mengoperasikan total 15 unit pompa.
Menurut Erwin, pengelolaan pompa tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas pemerintah, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten, guna memastikan penanganan genangan berjalan optimal.
Selain peningkatan kapasitas, durasi operasional pompa di Pintu Kuro juga diperpanjang. Sejak 27 Desember 2025, pompa dioperasikan lebih lama, yakni mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB untuk mengantisipasi terus masuknya debit air.
Berdasarkan data terbaru, terjadi kenaikan volume air di sejumlah sungai. Di Kali Blawi tercatat kenaikan sebesar +75 sentimeter (SM), sementara di Bengawan Solo mencapai +152 sentimeter (SH).
Erwin menegaskan, fokus penanganan saat ini tidak hanya pada penurunan tinggi muka air, tetapi juga pada percepatan waktu surut atau durasi genangan agar tidak mengganggu aktivitas warga.
“Kami ingin durasi lama genangan bisa diminimalisir sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan normal meskipun hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Selain mengandalkan pompa, Pemkab Lamongan juga memaksimalkan pembuangan air secara gravitasi. Aliran air diarahkan melalui sejumlah kanal utama, seperti Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan, dan Kali Bendungan, guna mempercepat pengosongan genangan di titik-titik rawan.
---
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?