UNP Gandeng UniMAP, Program Dual Degree Percepat Lahirnya Doktor Teknik

UNP dan UniMAP jajaki kerja sama dual degree untuk percepat dosen bergelar doktor. Program ini fokus pada riset, mobilitas dosen, dan pendidikan pascasarjana terintegrasi.

May 6, 2026 - 19:55
 0
UNP Gandeng UniMAP, Program Dual Degree Percepat Lahirnya Doktor Teknik

PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) mulai mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama internasional. 

Bersama Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), UNP menjajaki program dual degree sebagai strategi percepatan lahirnya dosen bergelar doktor. Penjajakan ini dibahas dalam forum “Discussion on Potential Collaboration” di Fakultas Teknik UNP, Selasa (5/5/2026).

Kerja sama ini tidak sekadar seremonial. Fokus utama diarahkan pada penguatan pendidikan pascasarjana, kolaborasi riset, serta mobilitas dosen lintas negara. Skema dual degree memungkinkan peserta memperoleh dua gelar dari dua universitas, sekaligus membuka peluang efisiensi waktu studi melalui integrasi program.

Rektor UNP, Krismadinata, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar kampus dalam meningkatkan jumlah dosen berkualifikasi doktor. Ia menilai kesamaan struktur program studi antara Fakultas Teknik UNP dan UniMAP menjadi modal penting dalam mempercepat realisasi kerja sama tersebut.

“Kita memiliki target bagaimana dosen-dosen kita mencapai kualifikasi Ph.D. Kesamaan program studi menjadi peluang untuk membangun kolaborasi konkret melalui dual degree,” ujarnya.

Lebih jauh, Krismadinata menjelaskan skema yang tengah dirancang memungkinkan dosen menempuh jalur magister hingga doktor secara terintegrasi. Dengan model ini, sebagian tahapan studi dapat berjalan paralel, sehingga durasi pendidikan menjadi lebih singkat dan efisien.

“Kita ingin mempercepat lahirnya dosen-dosen doktor sebagai fondasi menuju universitas berbasis riset,” tegasnya.

Dari pihak UniMAP, Direktur Pusat Studi Pascasarjana, Rozyanty Rahman, menyambut positif rencana tersebut. Ia menegaskan komitmen UniMAP untuk memperluas jejaring akademik di Indonesia, termasuk dengan UNP, melalui program yang fleksibel dan adaptif.

“Riset dapat dilakukan di dua tempat, di UniMAP dan di UNP. Kami memahami dosen di sini sudah memiliki fasilitas riset yang memadai, dan kami siap mendukung dari sisi peralatan maupun supervisi,” ungkapnya.

Rozyanty juga menyebut bahwa program doktoral di UniMAP dirancang dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun dengan sistem pendampingan intensif. Bahkan, UniMAP menawarkan insentif berupa potongan biaya pendidikan bagi peserta dari UNP, sebagai upaya mendorong peningkatan partisipasi dosen.

Momentum penjajakan ini ditandai dengan penyerahan simbolis Letter of Acceptance (LoA) kepada 24 dosen Fakultas Teknik UNP yang telah menyatakan minat melanjutkan studi di UniMAP. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa kerja sama tidak berhenti pada wacana, melainkan mulai bergerak ke tahap implementasi.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan berkembang tidak hanya pada dual degree, tetapi juga pada mobilitas dosen, riset bersama, hingga publikasi internasional. Sinergi lintas negara ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tengah tuntutan global yang semakin kompetitif.

Selain itu, kerja sama UNP dan UniMAP juga sejalan dengan agenda pembangunan global, khususnya peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan kemitraan internasional yang berkelanjutan.

---

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow