Buruh Tani Korban Hanyut di Sungai Kemapag Desa Gumirih Ditemukan Meningga Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, akhirnya buruh tani yang dilaporkan hilang terhanyut arus sungai Kemapag Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh ditemukan nelayan mengambang di perairan Pengambengan Bali dalam kondisi meninggal dunia
KABAR RAKYAT, BANYUWANGI - Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, akhirnya buruh tani yang dilaporkan hilang terhanyut arus sungai Kemapag Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh ditemukan nelayan mengambang di perairan Pengambengan Bali dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (11/01/2026) malam. Penemuan tersebut ditindaklanjuti Tim SAR gabungan menuju lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banyuwangi melaporkan, korban atas nama Alapi Hariyono (64), petani asal Desa Gumirih, ditemukan sekitar pukul 20.35 WIB. Korban ditemukan di perairan laut selatan Banyuwangi, tepatnya pada koordinat 8°24'29.51" LS-114°35'58" BT, atau sekitar 16 nautical mile (NM) dari Muara Bomo ke arah tenggara.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh nelayan dan informasi tersebut kemudian diteruskan ke Tim SAR Gabungan, termasuk tim SAR wilayah Jembrana, Bali.
“Setelah dilakukan koordinasi lintas wilayah, korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut,” ujar Oka Astawa, Senin (12/01/26).
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR hari keempat secara resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah terlibat aktif sejak hari pertama pencarian,” imbuhnya.
Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kansar Banyuwangi, BPBD, TNI, Polri, instansi terkait, relawan, serta masyarakat. Sejumlah peralatan SAR air dan medis turut dikerahkan dalam proses pencarian.
Oka Astawa menambahkan, cuaca hujan disertai angin kencang sempat menjadi tantangan utama di lapangan. Namun berkat koordinasi yang solid lintas sektor, operasi pencarian dapat berjalan aman hingga korban berhasil ditemukan.
Sebelumnya, Alapi Hariyono dilaporkan hanyut saat melintas Sungai Gumirih pada Kamis (08/01/26). Pencarian dilakukan menyusuri aliran sungai hingga perairan laut selatan Banyuwangi sebelum akhirnya korban ditemukan.***
What's Your Reaction?