Pemkab Situbondo Bersama IPB Menanam 20 Ribu Pohon di Kendit
Pemerintah Kabupaten Situbondo bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor menanam 20 ribu pohon di kawasan hutan Kendit. Program ini bertujuan mengendalikan deforestasi, meningkatkan cadangan karbon, serta memperkuat ekonomi masyarakat melalui perhutanan sosial berkelanjutan.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo menanam 20 ribu bibit pohon dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan sebagai pelaku utama. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di kawasan hutan Kecamatan Kendit, Situbondo.
Dari total 20 ribu bibit tersebut, penanaman diarahkan untuk mengendalikan deforestasi hutan, meningkatkan cadangan karbon pada skema perhutanan sosial, serta menerapkan pendekatan ekosistem di wilayah Desa Tambak Ukir.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, penanaman tanaman kehutanan merupakan bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
“Sejak awal menjabat, saya memang mengajak seluruh masyarakat Situbondo untuk menanam. Deforestasi ini sangat berbahaya jika tidak dikendalikan,” ujar Rio.
Menurut dia, kolaborasi dengan IPB menjadi langkah strategis dalam merumuskan pendekatan ilmiah untuk pengendalian deforestasi secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman dengan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB,” kata Rio.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Prof Naresworo, menyebut penanaman 20 ribu pohon tersebut berperan penting dalam pengendalian deforestasi sekaligus peningkatan cadangan karbon di kawasan perhutanan sosial.
“Kami bersama kelompok tani hutan menanam 20 ribu batang bibit berbagai jenis tanaman dengan total luasan sekitar 40 hektare,” ujar Prof Naresworo.
Ia menjelaskan, penanaman puluhan ribu bibit pohon tersebut tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki dampak ekonomi berkelanjutan bagi warga di sekitar kawasan hutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap area persetujuan perhutanan sosial di Desa Tambak Ukir benar-benar menjadi contoh model pengelolaan hutan yang seimbang antara manfaat ekologi dan manfaat ekonomi,” katanya.
Adapun jenis bibit yang ditanam melibatkan peran aktif warga setempat, terdiri atas tanaman kopi, kelapa hibrida, indigofera, matoa, serta berbagai varietas pohon mangga.
Penulis: Khairul
What's Your Reaction?