Gus Fawait Manfaatkan Karnaval SCTV untuk Promosi Kuliner, Perkuat Branding Jember
KABAR RAKYAT, JEMBER — Bupati Jember, Muhammad Fawait, memanfaatkan panggung nasional Karnaval SCTV 2026 untuk memperkuat promosi kuliner khas daerah sebagai bagian dari strategi branding Jember.
Di hadapan artis ibu kota dan ribuan penonton yang memadati Alun-Alun Jember, Minggu (17/5/2026), Gus Fawait secara langsung memperkenalkan berbagai kuliner khas sebagai representasi identitas daerah yang berbasis keberagaman budaya.
Momentum kehadiran SCTV dinilai sebagai peluang strategis untuk memperluas jangkauan promosi, tidak hanya kepada masyarakat lokal, tetapi juga audiens nasional.
“Jember terdiri dari berbagai suku, seperti Jawa, Madura, dan lainnya. Dari situ muncul perpaduan kuliner khas yang menjadi identitas daerah,” ujarnya.
Salah satu kuliner yang dipromosikan adalah gucel atau gudeg pecel, yang disebut sebagai simbol akulturasi budaya di Jember. Ia juga mengenalkan sejumlah produk olahan tape seperti prol tape, brownies tape, hingga bakpia tape yang telah berkembang menjadi komoditas oleh-oleh unggulan.
Selain itu, kue kacang khas Jember turut diperkenalkan sebagai produk lokal yang memiliki daya saing di sektor kuliner. Gus Fawait menegaskan, kekayaan kuliner tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong sektor ekonomi kreatif daerah.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa promosi kuliner tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan potensi perkebunan Jember yang meliputi kopi, tembakau, cokelat, hingga edamame. Kombinasi tersebut, menurutnya, memperkuat positioning Jember sebagai daerah dengan ekosistem kuliner yang lengkap.
“Jember ini bukan hanya soal kopi. Ada tembakau, cokelat, dan edamame. Ini yang membuat kita punya kekuatan kuliner yang lengkap,” katanya.
Langkah promosi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Jember menjadikan event berskala nasional sebagai alat pengungkit ekonomi daerah. Selain meningkatkan eksposur, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong permintaan terhadap produk lokal, baik di pasar domestik maupun luar daerah.
Dengan memanfaatkan momentum karnaval, Pemkab Jember menargetkan kuliner khas daerah tidak hanya dikenal sebagai konsumsi lokal, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih luas.
What's Your Reaction?