HIMAPAS Dorong Mahasiswa Kelola Kekayaan Alam Aceh Singkil Secara Berkelanjutan Mandiri
HIMAPAS menggelar FGD di Banda Aceh guna mendorong mahasiswa dan pemuda Aceh Singkil terlibat aktif dalam pengelolaan sumber daya alam daerah demi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
ACEH SINGKIL - Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil (HIMAPAS) mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pengelolaan sumber daya alam daerah. Mahasiswa diminta ikut ambil peran sebagai pelaku pembangunan Aceh Singkil.
Dorongan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menggali Potensi Sumber Daya Alam Aceh Singkil untuk Aceh Singkil yang Berkelanjutan” yang digelar di Aula Bakesbangpol Aceh, Banda Aceh, Kamis (14/5).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya Dr. Muhajir Al-Fairusy, Baihaqi, serta perwakilan PT PEMA Aceh, Faysal Ismail.
FGD itu menjadi ruang diskusi mahasiswa dan pemuda Aceh Singkil untuk membahas potensi besar sumber daya alam daerah yang selama ini dinilai belum dimaksimalkan secara optimal.
Selain membahas kekayaan alam daerah, forum tersebut juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan di Aceh Singkil.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhajir Al-Fairusy menyebut Aceh Singkil memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, mulai dari sektor kelautan hingga hasil bumi lainnya.
Namun menurutnya, kekayaan alam tidak akan memberi dampak besar tanpa kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Aceh Singkil punya potensi alam yang luar biasa, baik laut maupun hasil bumi lainnya. Tinggal bagaimana kita menata sumber daya manusia dan mengoptimalkannya. Karena itu, perhatian pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Baihaqi menekankan pentingnya integritas dan kesiapan mental generasi muda sebelum terjun mengelola kekayaan alam daerah.
Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga komitmen dan karakter yang kuat.
“Sebelum menggali dan mengelola sumber daya alam Aceh Singkil, kita harus mampu mengenali dan mengelola diri sendiri terlebih dahulu. Singkil membutuhkan orang-orang yang berintegritas dan memiliki komitmen untuk membangun daerah,” katanya.
Dukungan terhadap pengembangan potensi daerah juga datang dari PT PEMA Aceh. Perwakilan perusahaan, Faysal Ismail, menegaskan pihaknya siap berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami dari PT PEMA tentu siap membantu semaksimal mungkin untuk kemajuan daerah. Sebagai perusahaan daerah, kami memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan pendapatan dan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ketua panitia kegiatan, Mullyadi Manik, menegaskan mahasiswa dan pemuda harus menjadi ujung tombak pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, kekayaan alam Aceh Singkil tidak boleh hanya dinikmati pihak luar tanpa memberi dampak nyata bagi masyarakat setempat.
“Melalui FGD ini, kami ingin membangun kesadaran mahasiswa dan pemuda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku dalam pengelolaan sumber daya alam daerah. Hasil alam Aceh Singkil harus bisa dinikmati masyarakat pribumi, bukan hanya oligarki atau pihak luar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Aceh Singkil memiliki banyak potensi unggulan yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat, mulai dari tambang emas, batu bara, karbon, gas alam, perkebunan sawit, hingga sektor wisata dan hasil laut bernilai ekspor tinggi.
Melalui forum tersebut, HIMAPAS mengajak mahasiswa Aceh Singkil yang berada di Banda Aceh untuk membangun kolaborasi dan kepedulian terhadap pembangunan daerah agar Aceh Singkil mampu tumbuh menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Penulis : Gusti
What's Your Reaction?